Thursday, September 6, 2018

TNI AJA KENA, RAKYAT BIASA BISA APA????????????

5 Anggota TNI Diserang Kelompok Kriminal Bersenjata Papua

Tembak Senjata Api

Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua kembali melancarkan aksinya. Sebanyak lima anggota TNI Angkatan Darat terluka diserang KKB di Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Data yang dihimpun Antara dari Jayapura pada Minggu (17/6/2018), penembakan yang dilakukan KKB, Sabtu, 16 Juni 2018, terjadi dua kali. Diawali saat anggota TNI menggunakan tiga kendaraan roda empat melakukan patroli ke kawasan Yambi dan saat hendak kembali ditembaki dari ketinggian hingga mengakibatkan tiga anggota terluka.
Ketiga anggota TNI yang terluka yakni Kapten Infantri GP terkena serpihan peluru di pelipis mata kanan dan lengan bagian kiri, Prada EK mengalami luka tembak di lengan tangan bagian kiri, dan Praka S terkena serpihan peluru pada bagian paha kanan.
Insiden penembakan kedua terjadi saat personel TNI dari Kodim 1714 melakukan penyisiran, tetapi saat berada di Tinggineri, Distrik Yambi, kembali ditembaki hingga mengakibatkan dua anggota terluka.
Dua anggota yang terluka masing-masing Pratu BS dan Pratu R yang mengalami luka tembak pada bagian paha.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George Supit saat dikonfirmasi, Sabtu, 16 Juni 2018 membenarkan adanya prajurit TNI yang terluka tembak saat berpatroli.
"Memang benar KKSB (Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata) melakukan penembakan ke anggota saat berpatroli hingga menyebabkan ada yang terluka tembak dan terkena serpihan peluru," kata Mayjen TNI Supit.
Dia menambahkan bahwa kelima anggota TNI yang terluka itu kini sudah dalam kondisi stabil dan masih dirawat di RSUD Mulia.

DUHHH NGERINYA

Jeritan Hati Ayah Korban Pemerkosaan karena Kasus Terkatung-katung

Jeritan Hati Ayah Korban Pemerkosaan Usai Kasus Terkatung-katung Berbulan-bulan
 Penanganan kasus dugaan pemerkosaan yang dialami RH (14), warga Suaran, Sambaliung, Berau, oleh karyawan kontraktor tambang berinisial R dinilai lambat. Pasalnya, kasus dengan korban berinisial RH (14) itu hingga kini belum ada tersangka.
Korban diduga diperkosa dalam kendaraan milik perusahaan. Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga di dekat areal kerja perusahaan. Sementara, aparat kepolisian mengaku masih menyelidiki kasus tersebut.
Orangtua korban semakin kesal lantaran polisi belum menetapkan tersangka. Sang ayah bahkan kerap menggelar aksi menuntut keadilan. Fotonya pun kini viral di media sosial.
"Tolong Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo), masih adakah keadilan bagi orang miskin," demikian salah satu tulisannya dalam sebuah kertas besar yang dikalungkan di badannya.
Sementara itu, Kapolsek Sambaliung Iptu Aprisakundi mengatakan, saat ini pihaknya belum menetapkan pria berinisial R sebagai tersangka. Sebab, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk bisa menjerat si terduga karena alat bukti yang dimiliki polisi baru hasil visum.
"Itu pun tidak bisa mengarahkan bahwa si R itulah yang menjadi pelakunya. Kami tidak bisa dengan mudah menetapkan tersangka karena alat bukti kami belum cukup. Namun, penyelidikan terus berjalan," ujarnya sebagaimana dikutip dari Prokal.co Rabu, 29 Agustus 2018.
Aprisakundi mengungkapkan, kejadian dugaan pemerkosaan tersebut sudah terjadi sejak Januari 2017 lalu, tetapi baru dilaporkan Juni 2018. Bahkan, menurut Aprisakundi, laporan tersebut bukan langsung dari pernyataan korban, yang menurut orangtuanya diperkosa, melainkan dari adik RH yang mengetahui pemerkosaan itu.
"Sang adik pun tidak melihat secara langsung. Tidak tahu apakah betul itu diperkosa, ataukah berhubungan badan karena kejadiannya dalam keadaan gelap. Hanya mendengar saja dan itu pun belum cukup untuk menguatkan sebagai bukti," katanya.
Sang adik juga sempat mengancam RH untuk melaporkan kejadian tersebut kepada kedua orangtuanya. Setelah ia melaporkan, sang kakak pun dibawa ke Polsek Sambaliung bersama orangtua korban. Namun, Aprisakundi menyayangkan RH lebih banyak diam, sehingga sedikit menyulitkan polisi untuk menggali informasi.
"Beda ya, perkosa dan suka sama suka. Setelah laporan itu, kemudian kami langsung melakukan proses penanganan. Kami visum. Hasilnya pun mengatakan RH betul sudah tidak perawan lagi. Tapi, tidak bisa disebutkan itu apakah pengaruh alat kelamin pria atau benda tumpul lainnya," tegasnya.
Atas alasan itu, menurut Aprisakundi, polisi belum bisa menentukan bahwa terduga ini adalah pelakunya. "Saya juga menegaskan bahwa sudah beberapa kali orangtua korban mendatangi polsek. Dan kami sudah jelaskan, tidak bisa dengan mudah menetapkan tersangka karena alat bukti kami belum cukup," jelasnya.
Sementara untuk saksi, Aprisakundi mengungkapkan, hanya korban yang telah diperiksa, selain adiknya. Bukan hanya itu, pihaknya juga sudah memanggil si terduga R. Dalam pernyataannya, R bersikeras tidak melakukan pemerkosaan itu.
"Si R ini pun terus melakukan wajib lapor yang dilakukannya setiap Senin dan Kamis," jelasnya.

JAGA DIRI YA GUYS

kejahatan yang harus dihindari






Tutup Video